Senin, 04 Juli 2011

THE ARABIAN NIGHT: Kisah-Kisah Fantastis 1001 Malam, resensi Noviane Asmara

Judul : THE ARABIAN NIGHT: Kisah-Kisah Fantastis 1001 Malam
Penulis : Andrew Lang
Penerjemah : Titik Andarwati
Editor : Anton Widyanto Putra
Desain cover : Isthis Comic
Layout : Yudhi
ISBN : 978-979-1032-56-8
Tebal : 270 Halaman
Penerbit : Katta
Harga : Rp 49.800
Cetakan : I, April 2011

Berbicara tentang kisah 1001 malam, pasti tak akan terlepas dari Negara Timur Tengah di mana kisah ini berasal. Kisah yang isi ceritanya kental dengan unsur Timut Tengah seperti; Jin, Lampu Ajaib, Permadani, Pangeran, Sultan, Putri, Permaisuri, Wazir, Tukang Sihir dan hal lainnya yang berbau Timur Tengah.

Kali ini Bukukatta menerbitkan kumpulan Kisah-Kisah Fantastis 1001 Malam yang dihimpun dalam Buku The Arabian Night.

Buku setebal dua ratus tujuh puluh halaman ini menyajikan tiga puluh lima kisah 1001 malam. Dari ketigapuluh lima kisah ini, ada beberapa kisah yang pasti sudah tidak akan asing bagi kita, karena kisahnya sudah sering kita dengar berkali-kali bahkan sudah kita tonton pula versi filmnya walau tentunya dengan sajian yang berbeda.

Sebut saja kisah Alladin dan Lampu Ajibnya. Siapa yang tak kenal dengan sosok pemuda biasa ini. Nasibnya tiba-tiba berubah 180 derajat saat dengan tidak sengaja menemukan Lampu Ajaib yang dihuni oleh Jin. Dengan bantuan Jin yang telah lama terkurung dalam Lampu Ajaib ini, selain menjadi kaya raya, Alladin pun akhirnya bisa menikah dengan wanita pujaannya―Putri Sultan. Dan kelak dia menjadi Raja dengan menggantikan Sultan ketika telah wafat.

Ada pula kisah heroik dari Sinbad si Pelaut Ulung. Kisah Sinbad ini tertuangkan dalam delapan kisah. Dalam kisah Tujuh Pelayaran Sinbad si Pelaut, Tokoh Sinbad hanya tampil sebagai pelengkap kisah saja. Karena di kisah tersebut Sinbad bermaksud menceritakan ketujuh pelayaran menakjubkannya dengan menjadikannya kisah yang terpisah. Dimulai dari kisah Pelayaran Pertama, Pelayaran Kedua, Pelayaran Ketiga, Pelayaran Keempat, Pelayaran Kelima, Pelayaran Keenam dan ditutup dengan Kisah Pelayaran Ketujuh dan Terakhir.

Dalam kedelapan kisah pelayaran Sinbad itu kita kan diajak bertualang oleh Sinbad mengarungi lautan, menaklukan badai, terdampar di tempat antah berantah sampai menjadi budak. Keperkasaan Sinbad inilah yang ingin disampaikan oleh si penulis. Dengan tekad kuat dan jiwa petualang, Sinbad berhasil menaklukkan segala bahaya dan rintangan yang nyaris selalu merenggut nyawanya.

Uniknya buku The Arabian Night ini mempunyai cara bercerita yang tidak biasa. Ketika kita membuka buku ini, kita akan menemukan Kisah Sultan Syahryar dan Putri Sheherazad. Akhir dari kisah ini diceritakan bahwa Putri Sheherazad bercerita tentang Kisah Pedagang dan Jin yang merupakan Kisah Kedua dari buku ini. Begitu juga selanjutnya, akhir dari kisah ini adalah menceritakan tiga laki-laki tua teman dari si Pedagang yang bercerita dengan kisah berbeda pada si Jin. Jadilah kisah ini berjudul: Kisah Laki-laki Tua Pertama dan Rusa Betina, Kisah Laki-laki Tua Kedua dan Dua Anjing Hitam dan seterusnya.

Kisah ini seperti Boneka Matryoskha, begitu boneka besar dibuka, akan terdapat boneka serupa dengan ukuran yang lebih kecil dan seterusnya sampai boneka tersebut adalah boneka terkecil yang merupakan boneka penutup.

Demikian dengan Kisah The Arabian Night. Di akhir kisah, si tokoh utama ataupun tokoh pembantu dalam kisah itu akan bercerita tentang kisah lainnya. Yang terus sambung menyambung walaupun kisahnya kadang tidak saling berhubungan.

Para pembaca dijamin tidak akan bosan dengan Kisah-Kisah Fantastis 1001 Malam yang ditawarkan oleh penerbit BukuKatta ini. Karena 35 kisah yang disajikan begitu beragam dan menawan serta sarat dengan makna pembelajaran hidup. Bagaimana kita berlaku adil, bagaimana menjadi pribadi bijaksana, bagaimana cara menghormati dan menyayangi sesama makhluk Tuhan, dan juga cara bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kejutan-kejutan yang ada di dalamnya pun kadang membuat kita tak percaya sekaligus merasa puas.

Kisah Petualangan Pangeran Qamarulzaman dan Putri Badura yang berada di halaman 130 adalah kisah favorit pilhan saya. Kisah yang menceritakan bagaimana perasaan rindunya Raja Shahzaman yang telah lama menikah tapi belum juga dikarunia anak. Tapi ketika anugerah itu hadir, sang anak yang diberi nama Qamarulzaman yang artinya “rembulan abad ini”.

Putra mahkota ini tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan tampan. Sampai suatu hari sang Raja berniat menyerahkan tampuk kepeminpinannya pada anak semata wayangnya ini yang langsung ditampik oleh sang anak.

Akhirnya dengan nasihat dari Wazir Agung-nya Raja berniat menikahkan sang anak dengan maksud agar sang Pangeran akan tetap tinggal di istana.

Konflik dimulai ketika Pangeran Qamarulzaman tetap menolak perintah ayahnya untuk menikah dan menggantikan dirinya menjadi raja.

Akhirnya Raja Shajzaman pun murka dan menghukum Pangeran. Di tempat pengasingan ini lah akhirnya Pangeran menemukan belahan jiwanya. Belahan jiwa yang ia temukan secara tidak sengaja akibat keisengan dan kejahilan dua jin yang sedang bertaruh.

Dan akhir ceritanya tentunya happy ending walapun untuk mencapai kebahagian itu Pangeran Qamarulzaman haru banyak berkorban dan mendertita. Pengorbanan yang tidak semua orang akan bisa menghadapinya.

Terima kasih kepada BukuKatta yang telah menerbitkan Kisah-Kisah Fantastis 1001 Malam ini, karena saya merasa bernoltagia kembali ke masa kecil saat saya didongengkan Alladin dan Lampu Ajaibnya yang juga telah saya lihat filmya dalam berbagai versi pula. Begitu pula dengan tokoh heroic si Pelaut Ulung―Sinbad. Saya merasa dibangkitkan kembali memori masa kecil saya saat membaca buku The Arabian Night ini. Termasuk kisah Petualangan Khalifah Harun Al Rasyid yang sungguh cerminan seorang pemimpin yang adil dan peka terhadap kehidupan rakyatnya.

Sejumlah penulis terkenal seperti Voltaire, Goethe dan Jorge Luis Borges pun mengakui pengaruh besar kisah-kisah dalam Arabian Night dalam karir kepenulisan mereka. Kisah ‘Seribu Satu Malam’ yang akan terus dikisahkan dan disimak kembali.

Dari segi kemasan, The Arabian Night sudah sangat jauh lebih baik dari buku-buku yang telah BukuKatta terbitkan sebelumnya. Kovernya yang sangat “1001 malam” pun menambah kuat akan kisah yang hendak diceritakan. Adapun tulisan The Arabian Night-nya pun dibuat dengan karakter kaligrafi yang berbau Timut Tengah. Ketebalan tinta atas kualitas cetakan huruf pun sudah bagus, tidak seperti di buku sebelumnya yang masih terdapat ketidakrataan cetakan tintanya.

Hanya sayang masih terdapat typo yang sangat kontras tertulis di buku ini. Kata ‘merubah’ yang berkali-kali tertulis, walau di bagian lain ada pula tertulis kata ‘mengubah’.

Penasaran dengan kisak-kisah apik nan memukau dari Negeri Timur Tengah ini? Ya silahkan baca saja bukunya.

Resensi ini bisa dilihat juga di www.buntelankata.blogspot.com


1 komentar:

sapto senoaji mengatakan...

Jual Buku Hikayat 1001 Malam 1 set/Jilid 1 sd 4
Harga normal Rp. 625.000,-
Harga diskon Rp. 350.000,-
(langsung dari penerbit)
Gratis ongkir wilayah DKI Jakarta,
Luar DKI Jakarta sesuai tarif ekpedisi.
Pembayaran bisa COD untuk DKI Jakarta
Untuk cover buku dpt dilihat di www.qisthipress.com
Keterangan lebih lanjut : Qisthi Press Jl. Melur Blok Z No 7 Duren Sawit Telp. 021 8610159 Cp. Sdr Sapto Hp.0818150579 (sms only)
PENAWARAN BERLAKU SAMPAI STOK HABIS