Senin, 29 November 2010

PUTRI HASE: Dongeng Klasik dari Negeri Jepang, review Noviane Asmara

Entah mengapa, ibu tiri selalu digambarkan sebagai sosok yang kejam. Padahal tidak semua ibu tiri seperti itu,, ada juga ibu tiri yang berhati mulia, dan sayang terhadap anak tirinya dan menganggap mereka sebagai anak kandungnya sendiri. Dan saya cukup mengenal banyak ibu tiri yang berhati mulia.
Dalam buku Putri Hase atau Hase-Hime, sekali lagi ibu tiri di tampilkan sebagai sosok ibu yang kejam. Ibu yang selalu memusuhi anak tirinya dan berusaha keras menyingkirkannya karena dianggap sebagai pesaing dan penghalang.
Berawal dari wafatnyanya putri Murasaki sang permaisuri, ibunda dari Hase-Hime yang saat itu baru berusia lima tahun. Pangeran Toyonari Fujiwara sang raja, kemudian menikah lagi dengan Putri Terute. Namun ternyata sifat Putri Terute tidak secantik wajahnya. Ia sangat membenci Putri Hase-Hime, anak tirinya, walaupun sang Putri Terute sudah melahirkan seorang anak laki-laki, yang menurut adat kerajaan sudah bisa dipastikan sebagai calon pengganti sang raja. Akan tetapi tetap saja hatinya tidak rela melihat sang raja membagi kasih sayangnya kepada Putri Hase.
Saat Festival Liam Mei, Putri Terute berniat memberikan minuman anggur yang telah ia beri racun untuk anak tirinya. Alih-alih memberikan anggur beracun itu kepada anak tirinya, putra kesayangannyalah yang meminum anggur beracun itu. Tragis nasib Sang pengeran cilik, tiba-tiba ia menjerit-jerit dan ambruk ke lantai disertai kejang-kejang karena kesakitan.
Mendapati kejadian tragis yang telah menimpa putra semata wayangnya, alih-alih insyaf dan bertobat, Putri Terute semakin menaruh dendam terhadap Putri Hase. Berbagai daya upaya dilakukan guna melenyapkan sang putri yang tak berdosa itu.
Berhasilkan usaha Putri Terute menyingkirkan Hase-Hime? Silahkan simak dalam buku Putri Hase, Dongeng-dongeng Klasik dari Negeri Jepang.
Buku Putri Hase sebenarnya adalah kumpulan sebelas cerita dari negara Jepang yang merupakan dongeng klasik Jepang. Dipilih judul Putri Hase, karena itu merupakan cerita yang diletakkan di awal bab. Semua cerita yang disajikan merupakan cerita ringan dan menarik. Penilaiannya tergantung pada masing-masing individu yang membacanya.
Cover buku yang dibuat ala Manga Jepang ini, membuat buku yang ditulis oleh Yei Ozaki ini menjadi lebih menarik dipandang. Andai saja kertasnya bukan kertas koran biasa tentunya akan bisa lebih menarik lagi. Walaupun tidak menutup kemungkinan akan berpengaruh besar terhadap harga jual buku ini nantinya.
Lazimnya di setiap buku cerita, di dalam buku Putri Hase ini ada ditemukan beberapa kalimat yang terasa janggal, lalu huruf yang berada tidak semestinya. Tapi hal it tidak terlalu menggangu saya dalam menikmati dongeng-dongeng klasik dari negeri matahari terbit ini.
Secara keseluruhan, buku ini menarik untuk dibaca,