Kamis, 29 Juli 2010

Kisah Dewa-dewi dari Negeri Matahari, resensi Noviane Asmara

Judul : Izanagi x Izanami ; Kisah dewa-dewi dari negeri matahari
Penulis : Anton WP
ISBN : 978-979-1032-37-7
Tebal : 96 Halaman
Cover : Soft Cover
Kategori : Fantasi
Penerbit : Bukukatta
Terbit : Juli 2010




Membaca buku ini setidaknya mewakili rasa penasaran saya terhadap cerita Mitologi Dewa-Dewi Jepang, walaupun mitologi Jepang tidak sepopular mitologi Yunani. Dan saya belum pernah menemukannya dalam bentuk film atau novel yang khusus bercerita tentang satu tokoh dewa dalam Mitologi Jepang ini.

Buku Izanagi x Izanami ini bercerita tentang asal usul bumi dan juga asal usul kaisar Jepang yang merupakan keturunan dari Dewi Matahari, Dewi Amaterasu.
Izanagi dan Izanami adalah satu-satunya dari lima pasang dewa-dewi yang menikah. Mereka berdualah yang didaulat oleh Dewa Kunino Tokotachi untuk membuat kehidupan di bumi. Mereka dibekali sebuah tombak oleh Dewa Kunini Tokotachi, dan diperintahkan untuk pergi ke Jembatan Amanoukishasi yang merupakan jembatan penghubung antara surga dan bumi.
Dari atas jembatan itu, mereka menusukkan tombak mereka dan mulai mengaduk-aduk bumi yang saat itu masih berupa kumpulan air asin. Dan semua dewa di surga menyaksikan peristiwa itu.
Sesaat setelah mengaduk-aduk bumi, mereka mengangkat tombaknya, dan tetesan air asin itu jatuh ke bumi. Tetesan kental itu menumpuk dan terciptalah sebuah daratan. Ajaib bukan? Sebuah daratan pertama di bumi tercipta dari tetesan adukan tombak Izanagi dan Izanami. Daratan yang terbentuk itu kemudian diberi nama Onogoro yang artinya pulau yang memadat sendiri.
Lahirnya kepulauan Jepang pun sangat unik. Menurut mitologi Jepang ini, Kepulauan Jepang yang terdiri atas delapan pulau besar atau disebut juga Ohoyashima Huni yang terdiri dari Awazi, Iyo, Ogi, Tsukushi, Iki, Tsushima, Sado dan Yamato, merupakan anak dari pasangan Dewa Izanagi dan Dewi Izanami.
Selain melahirkan anak berupa delapan pulau besar, Izanagi dan Izanami pun melahirkan keturunan dewa-dewa. Mereka mendapatkan keturunan puluhan dewa.
Malang bagi Izanami, saat melahirkan Kagutuchi sang dewa api, dirinya terbakar dan berakhir dengan kematian. Izanagi yang murka kemudian membunuh Kagutuchi sang anak sampai tubuhnya hancur berkeping-keping. Ajaibnya kepingan-kepingan tubuh Kagatuchi berubah menjadi beberapa dewa, dan darah Kagutuchi yang menyembur ke langit, berubah menjadi bintang-bintang.
Cara lahir dan munculnya dewa-dewa baru memang sangat aneh dan unik. Walaupun Dewi Izanami istri dari Dewa Izanagi sudah wafat, tetapi Izanagi tetap bisa “melahirkan” dewa-dewa lainnya.
Ada tiga dewa terakhir yang tercipta yang kelak menjadi tokoh dewa penting, yaitu Dewi Amaterasu yang lahir saat Izanagi membersihkan mata kirinya. Kemudian ketika Izanagi membersihkan mata kanannya lahirlah Dewa Tsukiyomi dan saat Izanagi membersihkan hidungnya lahirlah Dewa Susanou.
Tiga dewa inilah yang Izanagi pilih menjadi iga dewa utama.

“Amaterasu kau kutunjuk sebagai dewi matahari dan bertahta di Surga Takama No Hara,” kata Izanagi, “Tsukiyomi menjadi dewa bulan dan kau, Susanou, menguasai laut.”

Amaterasu dan Tsukiyomi melaksanakan perintah sang ayah dengan patuh, lain halnya dengan Susanou yang tidak melaksanakan perintah ayahnya dan cenderung mengabaikannya.

Seperti didalam Moitologi Dewa Yunani, didalam Mitologi Jepang pun, terdapat banyak konflik sesama para dewa. Mereka saling berebut kekuasaan, pamer kekuatan dan rasa ego mereka yang besar.
Dari cerita inilah saya mulai paham, kenapa Kaisar Jepang sangat diagung-agungkan dan diklaim sebagai keturunan Dewi Matahari, Amaterasu.
Karena bila merunut silsilah, Kaisar Yamato yang aslinya bernama Wakanukenu dan merupakan kaisar pertama kekakisaran Yamato, merupakan keturunan dari Dewi Amaterasu.

Buku ini menjawab rasa penasaran saya terhadap Mitologi Dewa Jepang, walaupun jujur, saya lebih suka dengan kisah Mitologi Dewa Yunani, seperti dalam buku Mas Anton WP sebelumnya, yaitu Olympus; Kisah dari negeri para dewa.

So, buat teman-teman yang ingin tahu tentang dewa-dewi Jepang, tidak ada salahnya untuk mengenal mereka lewat buku ini ^ _ ^

Thanks banget lho buat bapak peri dan mas Anton WP yang udah kasih special tanda tangan buat aku *big grin*

*****

3 komentar:

chua mengatakan...

Ano, q mw protes. amaterashu it pria, n tsuku it ce. aslix bda ma di buku to sejarah

bukukatta mengatakan...

oh bukaaan...
buku ini juga berdasarkan pencarian data loh. coba chua browsing di internet. ametarashu tentu saja perampuan... ;)

Loveforall mengatakan...

ini buku beli dmn ya? harga brp? terima kasih