Jumat, 19 Oktober 2007

Seven Samurai - Hikozza



Setelah Zaman Heian berakhir tahun 1184, Minamoto Yoritomo menguasai Jepang. Saat keadaan genting Fujiwara Oshu, pemimpin Klan Fujiwara, menaklukan Kastil Bintang Merah milik keluarga Kawabata!
Kawabata Inoe memerintahkan 7 samurai kepercayaannya untuk membawa Ayumi no ue, Putri Ayumi, pewaris tunggal Klan Kawabata, untuk pergi meminta pertolongan ke Kastil Tiga Bangau di Kyoto milik keluarga Yamaguchi, salah satu sekutunya yang sekaligus saudaranya.
Dalam perjalanan, usaha pembunuhan terus dilancarkan Klan Fujiwara. Keadaan semakin genting ketika diketahui ada penghianat diantara 7 samurai itu. Tidak hanya sampai disitu, dendam lama diantara 2 samurai mulai terpercik kembali, juga kisah cinta yang telah lama tersembunyi...


Cerita yang membuat saya berpikir lagi tentang kesetiaan,
pilihan hidup, derajat kemanusiaan dan nasib.
Saya merasa bersyukur telah membacanya...
(Ridho Al Qodri, Esais, Direktur Pusat Studi Sastra, Filsafat, Agama dan Kebudayaan Kabut Institut)

Membaca Seven Samurai seakan menonton film-film kecil
yang menakjubkan...
(Bandung Mawardi, Penyair, Redaktur Buletin Sastra Pawon)



Writer Comment :


Saya mulai menulis Seven Samurai tanpa ada niatan. Awalnya pihak penerbit berencana membuat kumcer tentang kisah2 samurai dari beberapa penulis. Namun ternyata saya, yang semula hanya berniat menjadi pengisi 1 cerita saja, jadi tak terkontrol. Saya menulis dengan sangat cepat, hingga bisa mencapai 100 halaman lebih dalam waktu belum sampai sebulan. Ini mungkin karena saya sudah menyukai budaya jepang sejak dulu. Saya baca manga, sempat kursus j-language, dan nonton anime. Saya telah lama menulis, tapi sungguh, tak pernah sekalipun seantusias ini.
Sebelum cerita ini dicetak, saya mengcopynya 8 eks, dan membaginya ke orang2 untuk menilainya…


2 orang teman saya yang saya pikir cukup kritis,
4 orang luar yang sama sekali tidak saya kenal (namun dipilih orang2 yang menyukai buku2 jepang dari informasi sebuah persewaan serta rekomendasi teman)
1 orang teman serumah saya (tapi yang ini tidak dibaca sama sekali!)
1 naskah lagi belum sempat saya bagi, karena masih berulang2 saya baca sendiri!

Tanggapannya hampir semuanya positif. 4 orang luar yang diharapkan dapat berkomentar jujur tanpa pakewuh, malah memujinya habis2an. Saya jadi merasa tidak enak sendiri. Untungnya 2 teman saya yang cukup kritis membacanya dan mengkritiknya pada bagian2 tertentu.

Setelah itu baru saya berani mencetaknya. Tentunya setelah memperbaiki sana-sini!
Maka 2,5 bulan kemudian, jadilah SEVEN SAMURAI…
Saya berharap buku ini dapat diterima, dan tidak mengecewakan. Dan bila laku dipasaran saya berniat membuat lanjutannya lagi…

Doakan ya…


2 komentar:

ahmad sahril mengatakan...

saya kesulitan mencari novel ini...

saya sangat menyukai nya,,,dan merupakan pecinta all about japanesse..cerita2 anda sangat menarik..

saya coba cari di toko gramedia palembang di semua cabang tapi tidak menemukan,,bagaimana saya bs mendapatkan buku tersebut,,,


Yudhi Herwibowo mengatakan...

halo mas ahmad, buku2 ini memang sudah sulit dicari karena sudah proses retur dari gramedia.

mungkin bisa melakukan pembelian langsung di penerbit ini.

terima kasih